Mengenai Saya

Foto saya
Jambi, Jambi, Indonesia
wonderful life starts from a wonderful heart
Tampilkan postingan dengan label In My Memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label In My Memory. Tampilkan semua postingan

6 November 2011

Ied Adha, November 2011


Someday we will look at again this photo and recall the time we shared as a family. Hope God bless us always.

26 April 2011

MENJAGA KERJASAMA YANG BAIK DENGAN ATASAN


Sulit untuk mengabaikan peran atasan dalam karir seseorang. Jika atasan  berkehendak, dia bisa menaikkan atau menurunkan jabatan seseorang bahkan memberhentikannya. Bekerja saja tanpa kemampuan berkomunikasi yang baik, tidak akan menghasilkan penghargaan yang sepantasnya untuk anda. Kecerdasan anda akan membuahkan jabatan atau penghasilan yang anda harapkan, jika anda mampu menyampaikan hal tersebut dengan bahasa yang mudah dimengerti atasan anda.

Menjadi bawahan atau staf yang bermartabat adalah tujuan yang seharusnya tertanam di kepala setiap karyawan atau pegawai kantor. Bukan hanya mengejar uang yang banyak atau jabatan yang tinggi. Banyak bawahan/staf berlaku seperti pembantu pribadi sang atasan, mendapat tugas mengerjakan ini dan itu yang berada di luar job deskripsinya seperti mengantar istri atau anak-anaknya, membelikan barang-barang kebutuhan pribadi dll, padahal anda bukan sopir atau asisten pribadinya. Ketika anda telah jatuh pada cengkraman keadaan seperti ini, anda telah kehilangan martabat sebagai seorang karyawan yang professional. Sangat tipis harapan anda keluar dari kondisi ini, karena di benak atasan anda telah tertanam bahwa porsi anda hanya sebagai orang suruhan. Menurutnya anda tidak bisa menerjakan hal-hal yang lebih bersifat intelektual atau menguras pemikiran. Betapa malangnya anda.

Jangan biarkan diri anda terjebak pada kondisi ini, walaupun anda niatkan ini hanya menjadi batu loncatan agar bos lebih kenal anda. Untuk mengambil simpati bos, bukan dengan cara merendahkan diri seperti itu namun dengan membuktikan anda bisa dan mampu untuk mengerjakan tugas yang menjadi bagian anda. Ada beberapa langkah agar pekerjaan anda dapat diselesaikan dengan hasil yang memuaskan.


o   Mendengarkan dan mencermati perintah atasan agar anda tidak mengerjakan sesuatu yang menyimpang dari harapannya. Bertanya jangan terlalu mendetil, karena pertanyaan yang detil itu dapat anda cari jawabannya ke teman-teman yang pernah mengerjakan tugas serupa atau melihat arsip yang ada. Bos anda tidak memiliki waktu banyak untuk menjawab pertanyaan anda atau kemungkinan dia memang tidak tahu terlalu banyak tentang hal itu, karena itulah anda ditugaskan untuk menyelesaikannya. Kalau dia bisa mengerjakannya sendiri, dia tidak akan menugaskan anda, bukan?


o   Lakukan kesalahan sedikit mungkin dan selesaikan tepat waktu. Beberapa staf menerima tugas dari atasan dengan cepat seakan-akan dia mampu mengerjakannya namun ketika ditagih berulang kali, jawabannya macam-macam, yang pada intinya mengungkapkan bahwa dia belum selesai mengerjakannya. Satu dan dua kali, atasan mau menerima alasan anda namun kalau hal ini sering terjadi, atasan akan mencari orang lain yang lebih mampu dari anda.


o   Berusaha memasukkan hal-hal yang baru ke dalam tugas yang sedang anda garap. Dengan teknologi computer yang ada sekarang, sebuah laporan (hanya sebagai contoh tugas) dapat anda kerjakan dalam semalam. Namun, berusahalah untuk tidak mencopy habis-habisan laporan serupa yang dikerjakan oleh staf sebelum anda. Arsip yang ada pegang, jadikan hanya sebagai pedoman. Masukkan sesuatu yang baru ke dalamnya sehingga ketika bos anda membacanya, dia memperoleh impresi bahwa anda patut menjadi kader di kantor yang ia pimpin.


o   Hadapi semua kendala dalam merampungkan tugas itu dengan sabar dan tenang. Jangan terburu-buru menghadap atasan untuk menyampaikan keluh kesah anda. Kecerdasan saja tidak cukup untuk menyelesaikan suatu tugas. Anda perlu kematangan, agar kesulitan yang timbul tidak mematahkan semangat anda untuk menyelesaikan tugas tersebut.


o   Keberhasilan pertama dalam menyelesaikan tugas, ikuti dengan keberhasilan berikutnya. Jangan cepat merasa puas.


o   Jika setelah keberhasilan demi keberhasilan tersebut, tidak terlihat penghargaan yang pantas bagi anda baik secara financial maupun posisi/jabatan, anda perlu introspeksi. Seandainya anda tidak menemukan kesalahan di diri anda, mungkin inilah saatnya anda bertindak. Ungkapkan terus terang kepada anda keberatan anda atas perlakukannya. Profesionalisme anda harus dibayar dengan imbalan yang professional juga. Biarkan atasan anda tahu dan berpikir, bahwa anda bukan seseorang yang dapat dilecehkan.


o   Jika tetap tidak ada perubahan, bersiaplah untuk mencari posisi baru di kantor lain, atau pasang telinga, cari informasi kapan bos anda ini akan dimutasikan oleh atasan yang lebih tinggi.


MENCARI PELUANG



Pernah tinggal di luar negeri dan mencicipi pendidikan di sana adalah kesempatan yang tidak diperoleh banyak orang. Namun jangan cepat merasa puas karena di Indonesia, prestasi seperti itu belum tentu dihargai. Anda yang seorang master tamatan luar negeri tapi begitu balik bekerja di kantor anda yang lama, anda pun kembali ke posisi lama. Mengharapkan promosi, masih jauh panggang dari api.

Bagi yang bekerja di perusahaan swasta, disarankan untuk pindah ke perusahaan lain yang bersedia menghargai anda sesuai dengan edukasi yang anda miliki. Namun jika anda seorang pegawai negeri, keputusan untuk berhenti jadi PNS dan pindah ke perusahaan lain adalah keputusan yang cukup sulit. Status PNS memiliki gengsi sendiri walau perjalanan karir di sini sering mengecewakan karyawan yang cemerlang.

Agar kehidupan sebagai PNS tidak terlalu membuat anda buntu, anda harus mahir bermain hati dan otak.  Bermain hati artinya jangan dimasukkan  ke dalam hati semua yang menurut anda tidak pantas dan tidak patut. Biar saja atasan anda bodoh dan malas, jangan menuntut dia untuk merubah style nya itu karena kemungkinan besar dia memang bodoh dan malas serta tidak mau mengembangkan diri. Mudah-mudahan dia akan tersingkir segera karena siapa pun yang membacking dia akan capek dengan sendirinya.

Uang adalah masalah yang krusial. Anda tahu gaji sebagai PNS tidak besar. Semakin banyak anda terlibat dalam kegiatan di kantor maka akan semakin banyak juga pendapatan di luar gaji. Namun anda harus hati-hati dan selektif jangan sampai terlibat korupsi dan penyalahgunaan wewenang atau di-kambinghitamkan oleh rekan kerja yang culas.

Sebagian penghasilan yang anda peroleh tidak salahnya anda gunakan untuk membiayai diri anda memperoleh pendidikan lain yang mungkin anda butuhkan seperti disain grafis atau melukis. Bertambah keterampilan akan membuka peluang baru bagi anda.

Jangan pernah menolak jika atasan anda menugaskan dinas luar. Inilah adalah kesempatan gratis untuk menambah wawasan dan memperluas pertemanan dengan orang-orang yang mungkin menduduki posisi penting di kantornya. Anda dapat belajar dari mereka. Suatu saat nanti mereka bisa jadi sebagai pemberi rekomendasi untuk jenjang karir yang lebih tinggi. 

Ada cara lain untuk menembus kebuntuan karir. Sering-seringlah membuka  internet, melihat peluang kursus singkat atau beasiswa ke LN. Sebagai seorang alumnus universitas LN, english tidak lagi menjadi problem bagi anda. Jendela sudah terbuka lebar, anda bisa memetik kesempatan lain yang tidak ditawarkan oleh kantor anda saat ini tanpa mengorbankan status sebagai PNS.

GALAU HATI


Hati. Hanyalah sekeping daging dalam susunan tubuh manusia namun keajaibannya tak mudah dipahami dan diprediksi. Hati, kadang teduh ketika dinaungi nurani, namun di lain waktu begitu panasnya karena diteriki amarah dan nafsu.
Hati bak pualam, betapa inginnya aku tuk memilikinya. Berilah aku hati pualam - begitu saja-, karena aku tidak sanggup tuk mencipta sekeping daging itu dengan mulusnya. Aku sudah berusaha tapi selalu gagal untuk mengukir lukisan halus dan indah di dindingnya. Bila Engkau menghendakiku untuk masuk surga, beri sajalah hati pualam itu, - tanpa syarat tanpa usaha. Setelah itu aku yakin sekujur tubuh ini akan bergerak dengan irama yang Engkau sukai, kan bekerja ‘tuk selesaikan amanat yang Engkau titahkan, akan mencinta dengan tiada harap balas, kecuali redhaMu.
Dalam interaksiku dengan manusia-manusia lain, hatiku sering tercemari. Hatiku disusupi virus-virus kemarahan, kebencian dan kebosanan. Aku tidak mampu lagi mempercayai  kejujuran dan ketulusan di hati manusia lain.
Namun Ya Allah, ketidakpercayaanku pada hati orang lain, ternyata tak melindungiku dari kekhawatiran tertipu dan tersakiti. Aku merasa disakiti, dikhianati, bahkan dikuliti setiap saat. Tingkat kepercayaannku pada mahlukMu dah mencapai titik terendah dalam sejarah hidupku.
Saat ini, dalam keterpurukan hati yang sangat, dalam krisis kepercayaan yang begitu menggelisahkan, aku menyerah kepadaMu. Aku meminta kepemurahanMu? Beri saja aku hati pualam, tanpa syarat apapun dariMu, tanpa usaha apapunpun lagi dariku. Aku sudah capek, Ya Tuhan.(12 Januari 2005)

PENCERAHAN DIRI

Sekali dalam periode tertentu, seseorang akan merasakan kejenuhan yang amat sangat di dalam dirinya. Semua yang dilakukan terasa tidak ada manfaatnya, bahkan membebani. Hal ini menyebabkan kemurungan yang menggelisahkan, bahkan mendorong kemarahan terhadap orang-orang terdekat. Pada state of mind seperti itu, keputusan yang diambil menjadi serba salah. Berkurung diri di rumah menyebalkan, berniat pergi ke luar rumah tapi bingung dengan siapa dan kemana?

Sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat guna mengusir kejenuhan tersebut, perlu diketahui dulu apa kira-kira yang melandasi munculnya perasaan tidak menentu tersebut. Apakah kejenuhan disebabkan hubungan antar pribadi (dengan suami/istri, saudara, teman kantor dsb), atau karena pekerjaan (pekerjaan kantor atau rumah tangga yang terlalu monoton dsb?)

Jika kejenuhan tersebut disebabkan oleh karena pekerjaan sehari-hari, masalah ini dapat diatasi dengan gampang karena kendali pada hakekatnya berada di tangan anda sepenuhnya. Mengapa demikian? Karena jika pekerjaan tersebut tidak dilakukan, paling-paling anda hanya akan dipecat atau dimarahi yang konsekuensinya bisa lebih dapat ditanggung (dibanding keputusan untuk menceraikan suami/istri atau berselingkuh karena anda mengalami kejenuhan dalam pernikahan atau hubungan spesial lainnya). Anda kan tinggal mencari pekerjaan lain yang lebih menantang sebagai gantinya walau hal tersebut tidak begitu gampang saat ini

Namun, saya tidak ingin menganjurkan jalan keluar ekstrim untuk permasalahan ini. Mengapa harus membayar mahal untuk sesuatu jika bisa diperoleh dengan harga yang lebih murah? Berikut ini beberapa tip yang dapat dilakukan untuk mencerahkan diri dari kejenuhan dalam bekerja.

  1. Pada saat seseorang jenuh, ia cendrung untuk memandang dirinya rendah, tidak berarti. Itu tidak benar. Yang benar adalah anda saat ini berada dalam kondisi tidak prima dan itu hanya terjadi pada siklus satu kali per beberapa bulan. Normal, alamiah. Jadi tetaplah bangga dan menyenangi diri anda.

  1. Memberi penghargaan yang sepantasnya pada diri anda. Jangan menganggap diri anda biasa-biasa saja jika pada kenyataannya anda telah bekerja keras untuk mewujudkan impian atau ambisi anda. Sebagai wujud penghargaan, berilah diri anda hadiah yang pantas seperti misalnya, sebuah baju baru yang anda pilih dengan waktu yang cukup lama untuk memantas-mantaskannya (sekaligus untuk menghemat pengeluaran anda karena semakin lama waktu anda habiskan untuk memilih baju tersebut, semakin sedikit barang belanjaan yang harus anda bayar), pergi berlibur dan melihat lingkungan yang baru atau melakukan hal-hal yang sudah anda niatkan sejak lama.

  1. Mengendurkan ritme kerja anda dengan selingan-selingan yang menyehatkan. Hal ini mungkin akan mengurangi produktifitas anda namun sekali anda pulih dari kejenuhan tersebut, anda akan mengejar semua ketertinggalan itu.
  2. Konsumsi makanan yang jarang anda cicip baik karena harganya mahal atau karena masih asing di lidah (saya suka cake, jus, buahan dan masakan asing seperti masakan Jepang dan Eropa pada saat-saat pencerahan diri ini).

  1. Melakukan relaxing seperti menyegarkan tubuh dan memanjakan kulit/penampilan di salon, singing karaoke (pretending that you are a singer as you ever dreamed), atau melakukan olahraga ringan.

  1. Chatting dengan teman juga merupakan salah satu cara keluar dari kejenuhan namun saya tidak terlalu menganjurkannya karena agak susah untuk mendapatkan teman yang mampu mengerti sekaligus menghibur pada saat ini. Jika anda memiliki teman dengan kualitas seperti itu, please go on. Namun kalau tidak punya, forget it!


MENGATASI KEJENUHAN DENGAN PASANGAN

Suami atau istri adalah orang yang saat ini ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi pasangan anda. Mungkin karena keyakinan akan takdir tersebut, banyak pasangan yang terpaksa menahan hati dengan perlakuan tidak manis atau membosankan dari pasangannya. Syukur kalau perasaan bosan atau tidak senang terhadap pasangan itu tidak muncul terlalu sering, karena itu artinya masih ada peluang untuk bersabar dan bertahan, terutama dalam perkawinan yang telah menghasilkan anak.
Bagi pasangan yang mengalami kejenuhan nan pekat, kejenuhan  yang menjurus kepada saling membenci atau sebaliknya tidak peduli sama sekali, mungkin bercerai adalah jalan keluar yang terbaik, asal dilakukan dengan cara damai dan diyakini tidak akan menimbulkan problem lanjutan. Negoisasi diantara keduanya perlu dilakukan baik langsung maupun melalui perantara yang dipercaya.
Jika perkawinan anda masih ingin diselamatkan, sekiranya level kebosanan anda kepada pasangan tidak terlalu jatuh, atau hanya muncul pada periode tertentu saja, hal-hal berikut ini mungkin dapat dipakai sebagai rujukan.

1.    Berhentilah berpikir bahwa pasangan anda akan dengan sukarela mengikuti jalan berpikir atau gaya hidup yang anda inginkan. Begitu besar kemauan anda untuk merubahnya, sebesar itu pula kehendak di dalam dirinya untuk menentang atau berpura-pura menurutinya (tapi di hatinya berkata lain).

2.    Mengembangkan toleransi yang luas terhadap pasangan anda. Awalnya mungkin menyakitkan karena dia yang anda pilih untuk menjadi teman sehidup, ternyata tidak sudi sharing dalam gaya hidup. Namun jika anda berhasil mengembangkan toleransi ini, sakit yang ditimbulkan oleh kekecewaan anda kepadanya menjadi berkurang walau tidak mungkin hilang sama sekali (sulit mendapatkan keredhaan sepenuhnya terhadap pasangan, para istri Nabi Muhammad  SAW pun sering complain kepada suaminya).

3.    Hibur diri anda dengan kebaikan-kebaikan yang anda peroleh selama hidup bersamanya seperti : walaupun dia tidak terbuka soal keuangan, dia tidak pernah lalai memberi tunjangan bulanan rumah tangga atau, walau dia pemarah dan arrogant tapi dia tidak suka menampar atau melakukan kekerasan fisik lainnya (domestic violence).

4.    Mengurangi pengorbanan-pengorbanan yang tidak perlu, yang akan menyita waktu dan pikiran anda. Banyak istri yang rela menunggu suaminya hingga larut malam padahal tidak ada kepastian jam berapa dia akan pulang dan tidak diberitahu untuk keperluan apa dia berada di luar rumah sampai selarut itu. Sebaiknya anda tidur saja, menyiapkan energi untuk besok pagi dan biarkan dirinya mengurus dirinya sendiri. Banyak lagi pengorbanan-pengorbanan yang digolongkan tidak perlu ,anda sendirilah yang bisa menganalisanya.

5.    Katakan tidak suka terhadap tindakan apa saja yang tidak bisa anda tolerir. Kemungkinan terbaik, dia akan merubah kebiasaan itu. Kemungkinan terburuk, dia akan marah dan tetap pada tindakannya. Namun dengan berkata seperti itu, anda telah menunjukkan warna anda kepadanya. Semoga dia mengerti suatu saat nanti.

6.    Merubah diri anda sedikit demi sedikit mengikuti gaya hidupnya selama hal tersebut tidak berlawanan dengan nurani anda. Bersikap open minded kepada orang lain apalagi pasangan sendiri akan sangat banyak menolong penyelesaian konflik.

7.    Pada puncak kebosanan, ada baiknya menjaga jarak dari pasangan anda. Anda dapat  mencari pertemanan lain dengan orang-orang baru, atau berkomunikasi dengan orang-orang yang sudah anda kenal sebelumnya. Semoga anda menemukan inspirasi atau spirit baru, dan setelah itu pasangan anda terasa tidak terlalu menjemukan lagi.

8.    Hindari ketergantungan berlebihan terhadap pasangan, bahkan dalam hal materi sekalipun. Perjodohan anda dengannya hanya berlaku di dunia dan sampai saat tertentu yang ditakdirkan Allah. Siapkan diri anda dengan semangat hidup untuk survive dan materi yang cukup. Inilah harta yang tidak dapat direbut siapapun dari diri anda.

9.    Tetap dekat dengan anak-anak walau anda ditempa cobaan berat dalam perkawinan. Nilai mereka melebihi apapun di dunia ini.

18 April 2011

Seorang Norman Camaru Di Tengah Bangsa Yang Terpuruk

Oleh Ir. Asnelly Ridha Daulay, M.Nat.Res.Ecs
KEHADIRAN Briptu Norman Kamaru yang mendadak top di jagad hiburan tanah air adalah berkah yang mestinya kita syukuri. Bila sebagian besar artis menghabiskan setengah penghasilannya untuk berdandan, Norman hanya membutuhkan pakaian seragam Brimob, senyum dan kerling mata nakal serta liuk tubuh yang asyik sendiri untuk tampil. Jika artis lain membutuhkan seorang manajer untuk mengatur jadwal dan mempromosikan albumnya, Norman hanya membutuhkan izin dari atasannya untuk meninggalkan korpsnya sementara waktu. Namun hasilnya luar biasa, semua terpesona dan tergila-gila padanya.

Norman adalah sebuah fenomena. Anak muda asal Gorontalo ini berhasil mengalirkan energi positif kepada orang-orang yang sedang sedih dan gundah, kepada bangsa Indonesia yang tak putus tertimpa musibah dan krisis. Mungkin ada yang berpendapat sambutan kepada Norman lebay, terlalu berlebih-lebihan namun jangan pungkiri banyak diantara kita yang mengaku benar-benar terhibur oleh aksi lucunya dan menunggu di depan tivi berita terbaru tentang prajurit berusia 26 tahun ini.

Norman juga menyebabkan banyak orang terharu, menyusut air mata diam-diam sementara bibir mereka tersenyum. Mereka ini rata-rata kaum ibu. Salah satunya adalah istri Kapolda Gorontalo yang menyambut dan menciumnya dengan sayang ketika Norman datang bertandang. Banyak ibu mengkhayal alangkah bahagianya punya anak sepertii Norman yang naughty (nakal menggemaskan) namun kreatif, bukan seperti anak-anak mereka yang karena terbebani pelajaran sekolah atau kompetisi di pergaulan berubah menjadi egois tak mau mengalah, jarang tersenyum bahkan sering berbicara ketus.

Di tengah kesulitan mencari pekerjaan, Norman menjadi inspirasi bagi jutaan anak muda di negeri ini yang berangan-angan menjadi terkenal dan banyak uang. Hanya sebuah video di YouTube telah menjadikan dia populer dan kaya dalam sekejab. Andai mereka bisa seperti Norman…, sayangnya ide untuk bernyanyi lipsync dan berjoget India ala Shahrukh Khan tak laku bila diulang karena itu telah menjadi identitas yang melekat kepada Norman seorang.

Akhirnya, mari kita nikmati aksi Norman di tivi atau panggung live bagi yang cukup beruntung bertatap muka dengannya. Walau popularitasnya mungkin tak akan berumur panjang, hiburan yang diberikan Norman telah memberikan keceriaan kepada banyak hati di negara tercinta ini. Marilah bergembira selagi bisa. Chayya..chayya...chayya.( Penulis adalah Peneliti di Balitbangda Provinsi Jambi)

10 November 2010

BERHAJI DENGAN AIR MATA TERTUMPAH

Ibadah haji yang saya laksanakan tahun 2009 lalu merupakan pengalaman spritual yang amat mengesankan dan banyak menumpahkan air mata. Selain rindu menjadi tamu Allah, saya baru saja kehilangan ibu yang sangat saya cintai. Perasaan haru biru saya makin pekat karena suami yang saya harapkan mau ikut berhaji, mengatakan dirinya belum siap.

Namun suami mengizinkan saya untuk berangkat haji dengan bergabung ke salah satu KBIH yang ada di Kota Jambi. Selama persiapan keberangkatan dan manasik, perasaan saya masih enteng-enteng saja. Saya yakin dengan pengalaman selama ini, sering bertugas di luar kota dan luar negeri, pergi berhaji sendiri tidak akan lebih sulit. Apalagi di grup saya ternyata banyak perempuan yang pergi sendiri karena suaminya sudah meninggal atau memiliki alasan yang sama dengan saya. Tekad saya pun makin kuat. Saya harus berangkat untuk memenuhi panggilan Allah, juga untuk mengobati hati saya yang duka, mendoakan ibu agar hidupnya lebih lapang di alam sana dan suami mendapat hidayah.

Keinginan untuk menangis mulai muncul ketika saya sudah dilepas ke dalam pagar asrama haji dan gema Labaik allahumma labaik terdengar. Dengan susah payah saya menyembunyikan air mata. Di sekitar saya jemaah lain berada dalam kondisi hati yang riang gembira. Kok saya malah menangis?

Dalam pesawat yang membawa rombongan ke Medinah, saya menangis diam-diam. Saya terkenang ibu yang meninggal akibat sakit serosis hati yang tidak terdeteksi sebelumnya. Saya menyesali kelalaian sebagai anak, mengapa saya tidak sensitif terhadap penderitaan ibu? Sambil membaca Al-Quran, saya menyeka air mata yang membanjiri pipi. Kehilangan suami mulai terasa, seandainya dia ada di samping saya tentu kami dapat berbagi kesedihan ini.

Perasaan saya kembali campur aduk ketika mendarat di Medinah. Begitu rombongan diizinkan keluar dengan tertib, saya langsung menghambur ke tanah, menangis dan bersujud syukur. Allahuakbar, akhirnya saya dapat menginjak tanah dan menghirup udara kota nabi Islam ini.

Pada shalat subuh pertama di masjid Nabawi, saya kembali terisak-isak bersama jemaah lain mengikuti imam yang membaca ayat Al-Quran dengan syahdu dan suara bergetar. Tiada hari tanpa air mata. Saya menangis di mana-mana, ketika membaca Al-Quran sambil bersandar ke tonggak masjid, ketika shalat dan berdoa di Raudhah, waktu memasuki masjidil haram dan melihat Kabah untuk pertama kali, saat wukuf dan puluhan tempat lain di kedua kota suci tersebut.

Sekarang saya memahami, ternyata air mata tersebut telah membuat ibadah saya makin khusu’. Perasaan terharu dan lembut itu lah yang membedakan kekhusu’an ibadah saya di tanah suci dengan di tanah air. Di Jambi saya jarang menangis, saya harus tegar karena urusan sehari-hari dan pekerjaan yang menuntut hal tersebut.

Karena tidak didampingi suami, selama di Mekah dan Medinah saya dinasehati untuk tidak pernah keluar maktab sendirian. Alhamdulillah, saya dipertemukan dengan beberapa orang teman setia dan baik hati.

Meski tidak didamping suami, ibadah saya lancar dan aman hingga kembali ke tanah air. Resepnya adalah menyerahkan diri kepada Allah, selalu hati-hati dan mengurangi kegiatan keluar maktab yang tidak berhubungan dengan ibadah haji. Ibadah lain yang saya percaya banyak menolong saya selama di sana adalah memperbanyak shalat sunat taubah dan bersedeqah.

Sebelum meninggalkan maktab, atau setiap kali perasaan saya terganggu karena interaksi tak menyenangkan dengan jemaah lain, saya segera berwuduk dan shalat sunat taubah. Saya juga menyediakan duit kecil 1 atau 2 riyal untuk diselipkan ke tangan para petugas kebersihan masjid. Saya mendengar mereka menerima gaji sederhana sehingga patut untuk dibantu.

Alhamdulillah, Allah menolong saya melalui orang-orang yang berbaik hati memudahkan urusan saya. Suatu kali, ketika antri untuk mengambil air zam-zam, seorang wanita berparas Arab meminta tabung air saya dan mengisinya dengan air zam-zam sehingga saya bisa segera keluar dari antrian. Saya juga bisa menerobos Hijr Ismail, shalat dan berdoa. Ketika kesulitan keluar dari Hijr Ismail karena desakan arus manusia yang ingin masuk, saya dituntun oleh seorang Turki dan dibawa ke pinggiran kabah yang agak lengang.

Kebahagian lain yang saya peroleh adalah suami saya akhirnya berangkat haji tahun ini. Allah membukakan hatinya.

16 Agustus 2010

THE SMELL OF ROSES


Ibuku pergi satu tahun lalu. Walau penyakit itu begitu dahsyat mendera tubuhnya, di atas peraduannya yang terakhir, di visi yang selalu lekat di ingatanku, bibirnya melukiskan sebuah senyum. Ibuku pergi dengan ikhlas dan tenang. Kami pun menangis diam-diam, memandangi keayuan di wajahnya yang tidak akan bisa kami lihat lagi.


Ibuku adalah inspirasi bagiku. Sebagai seorang istri, dia sabar dan cerdik. Ibu tidak pernah menyerah pada semua keputusan papa, dia berusaha mencari jalan lain agar papa membatalkan keputusan yang tidak disetujuinya. Tidak selamanya ibu bisa memenangkan pertarungan ”kebijakan” itu, namun aku menghitung...satu, dua, tiga... dan beberapa lagi ’kekalahan’ ibu itu, menjadi penyesalan bagi keluarga kami belakangan hari.


Ibu adalah teman terbaikku. Ibu marah ketika aku mengambil keputusan yang membuyarkan impian keluarga kami. Namun ibu adalah yang pertama memberikan dukungannya ketika aku terpuruk dan kalah. Dia memaafkan kekeraskepalaanku yang tidak mendengar nasehatnya.


Dia membanggakanku ke siapa saja karena aku, putrinya yang cantik dan pintar, berhasil keluar dari keterpurukan itu. Aku tahu diam-diam ibu sering memandangiku seperti memandangi seorang putri yang dipujanya. Beberapa minggu menjelang kepergiannya, tiba-tiba ibu mendaratkan ciuman di pipiku tanpa diringi kata sepatahpun. Ciuman ringan itu sangat kuat membekas di hatiku.


Ibu juga banyak menyimpan kepedihan. Aku adalah temannya, aku adalah satu-satunya tempat dia mencurahkan keluh kesah di tahun terakhir hidupnya. Maaf kan aku ibu, satu atau dua kali aku pernah mengatakan dirimu tidak tabah. Engkau telah menata hatimu dengan luar biasa tegar selama ini, mengapa aku tidak dapat menerima kerapuhanmu saat itu? Pada saat diam-diam penyakit itu telah bersemayam dan menghancurkan kekuatanmu!


Dalam kenanganku pada dirimu, aku melihat diriku. Engkau mengharapkan diriku untuk menjadi pengganti dirimu bagi adik-adikku, penjaga papa yang masih sangat berduka, penolong bagi kerabat kita yang kehilangan seorang saudara yang amat perhatian dan dermawan. Aku mungkin tidak bisa menjadi sesabar dirimu ibu,... melayani tamu-tamu yang datang, memasak makanan dan kue yang lezat untuk mereka, atau menemani mereka bercerita di ruang keluarga kita yang sederhana.


Namun aku akan memenuhi harapanmu untuk menjadi seorang yang dermawan, bahkan aku bertekad melebihi kemurah-hatianmu ibu, karena Allah memberiku rezki harta yang lebih lapang. Kudedikasikan semuanya untukmu. Semoga keshalehanku cukup menjadi penolongmu.


Ibu, aku berdoa di Tanah Haram, di akhir shalatku, di setiap aku mengenangmu, agar Allah memberi dirimu teman-teman malaikat yang baik hati, ramah, periang dan suka bercerita riuh di beranda rumahmu di sana yang dipenuhi bunga-bunga.


Di Ramadhan ini, aku mencium lagi wangi bunga mawar itu. Engkau kah yang datang ibu? Aku menyadari tak mungkin bertemu dirimu lagi di taman rumahku, yang bebungaannya adalah pemberianmu. Aku sudah sangat senang bila harum mawar itu adalah dirimu.


The smell of roses. I hope it’s yours, mom….

(15 Agustus 2010)

25 Mei 2010

IN MEDINA

Apakah kemiskinan yang membawa ku kepada mu?

Tidak ada yang miskin, asal ia pandai berkeinginan sederhana.


Tak ada yang ku harapkan darimu, kecuali rasa hormatmu,


Kalau kau tahu menghormati orang yang jujur dan merdeka.


(Omar Khayyam)